BERITA
27 Jan 2026 | 8 Dilihat | Kategori Berita: Keberlanjutan
Dalam beberapa tahun terakhir, Anda mungkin melihat lebih banyak brand fashion menonjolkan label “sustainable” atau “eco-friendly” di setiap lini produknya. Tapi sekarang, di tahun 2026, itu bukan sekedar trend lagi, ini menjadi faktor yang benar-benar memengaruhi keputusan konsumen dan kepercayaan terhadap brand.
Bukan hanya soal trend, tetapi realitas bahwa brand yang peduli sustainability lebih dipercaya dan punya peluang lebih besar untuk tumbuh di pasar yang kompetitif.

Ketika kita menyebut sustainability, seringkali yang terlintas adalah soal lingkungan. Memang benar bahwa aspek lingkungan seperti penggunaan material ramah planet dan pengurangan limbah sangat penting. Tapi sustainability dalam bisnis tekstil juga mencakup:
Brand yang melakukan semua ini bukan cuma berjanji, mereka menunjukkan data, sertifikasi, dan target nyata yang dapat diaudit. Ini yang membuat konsumen merasa percaya dan aman ketika memilih produk Anda.
Data terbaru menunjukkan bahwa semakin banyak konsumen yang ingin tahu asal bahan dan dampak produk terhadap lingkungan. Menurut laporan sustainability 2025, penggunaan bahan bersertifikasi meningkat dari 58% (2023) menjadi 67% (2024) di antara brand yang melaporkan data mereka kepada lembaga independen, menandakan peningkatan fokus terhadap material sustainable di industri global.
Selain itu, survei juga menemukan bahwa label eco-certified dan klaim keberlanjutan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen hingga sekitar 30%, karena mereka merasa membeli produk yang sesuai nilai mereka.
Di berbagai negara maju, termasuk AS dan Uni Eropa, ada persyaratan pelaporan terkait jejak karbon, penggunaan air, dan penggunaan bahan tertentu yang harus dipenuhi oleh brand yang ingin menjual produknya di pasar besar tersebut.
Artinya, perusahaan yang tidak mempersiapkan diri dengan sustainability reporting yang kredibel bisa tertinggal dalam ekspor dan akses pasar global, sedangkan yang menerapkan sistem pelaporan sejak dini akan dipandang lebih profesional dan dapat dipercaya.
Baca juga: 7 Jenis Benang Eco-Friendly yang Cocok untuk Industri Tekstil
Industri tekstil menyumbang hampir 8–10% dari total emisi gas rumah kaca global, alias lebih besar daripada transportasi internasional. Ini menunjukkan bahwa bisnis tekstil memiliki dampak lingkungan besar, dan konsumen makin sadar akan hal ini.
Brand yang mulai mengadopsi model berkelanjutan seperti penggunaan organic cotton, recycled polyester, dan bahan berbasis regeneratif, tidak hanya mengurangi dampak negatif mereka, tetapi juga memberikan nilai lebih bagi konsumen yang ingin membeli produk dengan dampak sosial dan lingkungan yang bertanggung jawab.
Konsumen saat ini tidak lagi puas dengan klaim “eco-friendly” tanpa bukti nyata. Mereka ingin melihat sertifikasi, statistik, bahkan bukti transparansi rantai pasok di balik produk yang mereka beli.
Kepercayaan bukan hanya soal pembelian satu kali. Brand yang transparan tentang komitmen sustainable biasanya membangun loyalitas jangka panjang, karena Anda sebagai konsumen merasa brand tersebut bukan hanya menjual barang, tetapi juga mendukung nilai yang Anda pegang.
Ini sangat penting di era media sosial dan review online, di mana pengalaman pelanggan, terutama pengalaman yang positif terhadap sustainability dapat menjadi konten yang menyebar dan meningkatkan reputasi brand Anda secara eksponensial.

Sebagai pelaku bisnis tekstil, ini berarti bahwa tidak saja produk Anda harus berkualitas tinggi, tetapi juga perlu menempatkan sustainability sebagai bagian dari proposisi nilai. Ini dapat dilakukan melalui:
Strategi ini tidak hanya membantu Anda untuk menjadi bagian dari perubahan industri global tetapi juga untuk membangun kepercayaan konsumen yang lebih kuat di 2026 dan seterusnya.
Bagikan
KATEGORI BERITA
BERITA TERBARU
BERITA TERPOPULER
BERITA RELEVAN