BERITA
28 Des 2025 | 67 Dilihat | Kategori Berita: Edukasi
Sebelum kain masuk ke proses finishing, ada satu momen yang sangat krusial tapi sering terlewatkan: bagaimana memastikan kain bebas cacat dan konsisten kualitasnya. Pernah membayangkan frustrasinya ketika produk sudah hampir selesai, tetapi cacat kain tetap terlihat dan harus diperbaiki ulang? Itu bukan hanya waktu terbuang, tapi juga biaya dan reputasi pabrik yang bisa menurun.
.jpg)
Sebelum produksi dimulai, kain dan bahan baku merupakan faktor penentu kualitas akhir. Menurrut Credence Inspection Services, kain dengan cacat seperti lubang, noda, selisih warna, atau ketidaksesuaian bobot bisa menyebabkan masalah besar di tahap finishing jika tidak diperbaiki sejak awal.
Inspeksi visual rutin
Uji fisik material
Lakukan uji tensile strength dan pengukuran GSM untuk memastikan kain tahan terhadap proses produksi dan sesuai spesifikasi.
Alih-alih hanya memeriksa pada akhir proses, quality control (QC) harus dilakukan sepanjang alur produksi, dari pakan benang sampai ke finishing.
Baca juga: 6 Cara Bikin Pilihan Pakaian Kamu Lebih Ramah Iklim
Mesin dan prosedur yang canggih saja tidak cukup jika tim produksi dan QC tidak memahami kualitas yang diharapkan. Pelatihan memastikan setiap anggota tahu:
Mengurangi cacat kain sebelum proses finishing tidak bisa dilakukan dengan satu cara saja, perlu pendekatan terpadu: dari inspeksi awal, quality control sepanjang produksi, hingga pelatihan tim kerja. Ketika strategi ini berjalan sinergis, hasilnya adalah kain berkualitas tinggi yang siap masuk finishing dengan minimal risiko revisi atau penolakan.
Untuk kebutuhan produk tekstil terbaik dan layanan yang membantu Anda mengoptimalkan kualitas kain sebelum finishing, silakan hubungi kami
Bagikan
KATEGORI BERITA
BERITA TERBARU
BERITA TERPOPULER
BERITA RELEVAN