BERITA
23 Apr 2026 | Kategori Berita: Edukasi
Pernahkah Anda memegang hoodie atau sweatshirt dan langsung merasakan sensasi hangat, lembut, namun tetap ringan di tangan? Kemungkinan besar, produk tersebut menggunakan bahan cotton fleece. Bahan ini kini semakin populer di industri fashion dan tekstil, terutama untuk pakaian kasual dan streetwear. Tapi apa sebenarnya cotton fleece itu, dan mengapa bahan ini begitu diminati? Kami akan mengupasnya tuntas untuk Anda.

Cotton fleece adalah jenis kain yang terbuat dari serat katun dengan proses khusus sehingga menghasilkan tekstur lembut dan berbulu halus di bagian dalam. Lapisan bulu ini berfungsi sebagai isolator panas, sehingga mampu menjaga suhu tubuh tetap hangat.
Kain ini biasanya memiliki dua sisi berbeda:
Karena karakteristik tersebut, cotton fleece sering digunakan untuk hoodie, sweater, hingga pakaian santai lainnya.

Karena menggunakan serat katun sebagai bahan utama, cotton fleece tetap breathable. Ini berarti kain menyerap keringat dengan baik sehingga tubuh Anda tidak mudah gerah, berbeda dengan fleece berbahan polyester murni yang cenderung menahan panas berlebih.
Tekstur bagian dalam yang berbulu halus membuat cotton fleece sangat ramah untuk kulit sensitif, termasuk kulit bayi dan anak-anak. Tidak ada rasa gatal atau kasar saat digunakan dalam waktu lama.
Cotton fleece tersedia dalam berbagai ketebalan yang diukur dalam satuan GSM (gram per square meter). Semakin tinggi nilai GSM, semakin tebal dan hangat kainnya. Untuk pakaian ringan sehari-hari, biasanya digunakan GSM 200-280, sedangkan hoodie dan jaket musim dingin menggunakan 300 GSM ke atas.
Konstruksi rajutan pada cotton fleece membuatnya tahan kusut secara alami. Kain ini juga semakin nyaman seiring pemakaian, sehingga pakaian berbahan cotton fleece cenderung awet dan tidak cepat rusak.
Dibuat murni dari serat katun tanpa campuran sintetis. Pilihan terbaik dari sisi ramah lingkungan dan kenyamanan kulit, namun cenderung lebih mudah menyusut jika dicuci dengan air panas.
Komposisi umum seperti 80% katun dan 20% polyester adalah yang paling banyak digunakan di industri fashion. Perpaduan ini menghadirkan keunggulan kedua bahan: kelembutan dan breathability dari katun, ditambah ketahanan bentuk dan daya tahan dari polyester.
Varian cotton fleece dengan tekstur loop (cincin benang) di bagian dalam, bukan serat berbulu. French terry lebih ringan dan sering digunakan untuk pakaian olahraga atau loungewear yang memerlukan sirkulasi udara lebih baik.
Agar pakaian cotton fleece Anda tetap dalam kondisi prima, ikuti panduan perawatan berikut ini:
Gunakan air dingin atau hangat (maksimal 30°C) saat mencuci cotton fleece. Air panas dapat menyebabkan kain menyusut dan merusak tekstur berbulu di bagian dalamnya. Mesin cuci dengan mode gentle atau delicate sangat direkomendasikan.
Bahan kimia keras seperti pemutih (bleach) dapat merusak serat katun dan memudarkan warna kain. Pilih deterjen cair yang lembut atau khusus untuk kain rajut.
Jika menggunakan mesin pengering, atur di suhu rendah. Lebih baik lagi, angin-anginkan di tempat teduh agar serat cotton fleece tetap fluffy dan tidak mengeras. Hindari paparan sinar matahari langsung yang terlalu lama.
Cotton fleece umumnya tidak mudah kusut sehingga jarang perlu disetrika. Jika terpaksa, setrika dari sisi luar kain menggunakan suhu rendah-sedang dan lapisi dengan kain tipis agar bulu di bagian dalam tidak rusak.

Bahan cotton fleece adalah pilihan ideal untuk Anda yang mencari kain dengan kombinasi hangat, lembut, dan breathable. Dengan berbagai jenis dan karakteristiknya, cotton fleece sangat cocok untuk kebutuhan fashion casual hingga produk tekstil berkualitas.
Dengan memahami karakteristik, jenis, dan cara perawatannya, Anda bisa memilih bahan cotton fleece yang tepat sesuai kebutuhan.
KATEGORI BERITA
BERITA TERBARU
BERITA TERPOPULER 🔥
BERITA RELEVAN