BERITA
19 Jan 2026 | 47 Dilihat | Kategori Berita: Edukasi
Pernahkah Anda bingung memilih bahan katun untuk baju bayi yang tepat? Sebelum masuk ke detailnya, coba bayangkan ini: Anda sudah pilih baju bayi yang lucu dan murah, tapi saat dipakai, kulit si kecil merah, ruam, atau tampak tidak nyaman. Seringkali masalah itu bukan karena bajunya lucu atau mahal, melainkan karena bahan yang kurang cocok untuk kulit sensitif bayi.
Nah, artikel ini akan bantu Anda memahami kenapa bahan katun sangat direkomendasikan, apa risikonya jika salah memilih bahan, dan tips praktis untuk memilih yang terbaik.

Kulit bayi jauh lebih tipis dan sensitif dibandingkan orang dewasa, bahkan 2–3 kali lipat lebih tipis, sehingga lebih rentan terhadap gesekan, panas, dan iritasi dari bahan yang tidak cocok. Ini yang membuat pemilihan pakaian, terutama bahan katun untuk baju bayi, bukan perkara sepele.
Bahan sintetis seperti polyester atau rayon cenderung kurang menyerap keringat dan membatasi sirkulasi udara. Akibatnya, panas dan kelembapan mudah terperangkap di permukaan kulit bayi. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko iritasi, ruam, serta membuat bayi merasa tidak nyaman.
Baca juga: Jangan Salah Pilih! Begini Cara Membedakan 100% Cotton
Salah satu alasan utama dokter anak dan dermatologis merekomendasikan bahan katun adalah karena teksturnya yang sangat lembut dan cenderung hypoallergenic, artinya lebih sedikit reaksi alergi dibandingkan bahan sintetis. Ini membuatnya ideal untuk kulit bayi yang sangat sensitif.
Menurut Alodokter, bahan katun termasuk breathable, sehingga udara bisa bersirkulasi di dekat kulit. Ini membantu mengurangi kepanasan dan menjaga bayi tetap nyaman, terutama di iklim tropis atau saat tidur. Sirkulasi udara yang baik juga membantu mencegah ruam akibat panas.
Organic cotton ditanam tanpa pestisida atau bahan kimia berbahaya yang sering tersisa dalam serat kain biasa. Kulit bayi yang tipis mudah menyerap zat-zat ini, sehingga organic cotton adalah pilihan yang lebih aman dan lebih ramah untuk kulit sensitif.

Baca juga: 5 Alasan Kenapa Cotton Masih Mendominasi Dunia Tekstil
Pakar kesehatan anak dari berbagai rumah sakit menyarankan agar baju bayi terbuat dari 100% cotton, terutama untuk bayi baru lahir atau mereka yang memiliki riwayat kulit sensitif. Bahan sintetis atau berbulu keras seperti wol dapat memicu alergi atau iritasi.
Di Indonesia, standar seperti SNI Pakaian Bayi (SNI 7617:2013) membantu memastikan bahwa pakaian bayi bebas dari bahan kimia berbahaya seperti formaldehida atau logam berat yang dapat merusak kulit sensitif bayi jika terpapar langsung.
Cari label yang mencantumkan “100% cotton” atau lebih baik lagi, “organic cotton”. Label ini memberi tahu Anda bahwa bahan tidak dicampur dengan kain sintetis yang bisa membuat iritasi.
Selain bahan, perhatikan juga jahitan, kancing, atau label yang menempel di dalam baju, bagian-bagian ini bisa menggosok kulit bayi jika terlalu kaku.
Pakaian yang terlalu ketat dapat meningkatkan gesekan dan membuat bayi cepat berkeringat di area lipatan kulit. Pilih pakaian yang longgar dan ringan supaya sirkulasi udara lebih baik.
Gunakan deterjen khusus bayi atau yang bebas parfum serta pewarna, kemudian bilas dua kali untuk memastikan tidak ada residu deterjen yang tertinggal di kain.

Memilih pakaian bayi bukan hanya soal desain yang lucu atau harga yang terjangkau, pemilihan bahan sangat memengaruhi kenyamanan dan kesehatan kulit bayi Anda. Bahan katun, terutama organic cotton, menawarkan kelembutan, breathability, dan sifat hypoallergenic yang membantu mencegah iritasi kulit bayi yang sensitif.
Dengan memilih bahan yang tepat dan mengikuti tips di atas, Anda bisa membantu si kecil tetap nyaman, sehat, dan bahagia setiap hari.
Bagikan
KATEGORI BERITA
BERITA TERBARU
BERITA TERPOPULER
BERITA RELEVAN