BERITA

Masalah Umum pada Knitted Fabric (Fabric Defects) dan Cara Menghindarinya

30 Des 2025   |   90 Dilihat   |   Kategori Berita: Edukasi

Dalam dunia produksi tekstil, terutama pada kain rajut (knitted fabric), fabric defects bukan sekadar istilah teknis, ini adalah tantangan kualitas yang bisa berujung pada penolakan produk, kerugian biaya, dan pengalaman pelanggan yang buruk. 

Untuk Anda yang berfokus pada kualitas produksi, memahami dan mencegah cacat kain rajut adalah langkah penting untuk menjaga reputasi dan daya saing brand Anda.

 

defect pada knitted fabric

Sumber gambar: Tasha Miller Grrifith

 

 

Apa Itu Knitted Fabric Defects?

Knitted fabric defects adalah segala bentuk ketidaksesuaian pada kain rajut yang mengganggu tampilan, struktur, atau fungsi kain tersebut, mulai dari garis tak beraturan hingga lubang yang mengurangi estetika dan performa kain. Cacat ini dapat muncul di berbagai tahap produksi, dari pemintalan benang hingga finishing akhir.

 

Jenis-Jenis Cacat pada Knitted Fabric

Drop stitches (lubang tak terduga)

Drop stitches muncul sebagai lubang kecil hingga besar ketika benang tidak terikat ke struktur rajutan dengan benar.

Penyebab:

  • Ketegangan benang yang tidak tepat
  • Pengaturan mesin yang kurang optimal
  • Benang dengan kualitas rendah atau memiliki ketidaksempurnaan
     

Cara Menghindari:

  • Pastikan pengaturan tension benang seragam di semua feeder.
  • Gunakan benang berkualitas tinggi tanpa slub, knot, atau neps.
  • Lakukan inspeksi berkala pada mesin rajut.

 

Barré (garis horizontal yang tidak diinginkan)

Barré adalah munculnya garis atau pita horizontal yang tidak disengaja di kain, sering terlihat sebagai variasi warna atau tekstur.

Penyebab:

  • Perbedaan properti benang dalam satu batch
  • Variasi tegangan benang
  • Perbedaan kelengkungan atau diameter benang
     

Cara Menghindari:

  • Pastikan semua benang berasal dari lot yang sama.
  • Lakukan control tension konsisten di semua feeder.
  • Kalibrasi dan adjus mesin secara berkala.

 

Baca juga: Kenali Penyebab Kain Mudah Rusak dan Cara Meningkatkan Kekuatan Seratnya

 

Skewing dan Spirality (distorsi kain)

Skewing terjadi ketika garis rajut menyimpang dari sudut 90° ideal terhadap lebar kain, sementara spirality menyebabkan kain tampak berputar atau miring.

Penyebab:

  • Twist benang yang tak seimbang
  • Ketegangan dan parameter pemintalan yang kurang sesuai
     

Cara Menghindari:

  • Gunakan benang dengan twist dan parameter yang sesuai spesifikasi pabrik.
  • Lakukan uji coba setting mesin untuk memastikan stabilitas dimensi sebelum produksi massal.

 

Imperfections dan Contaminations (ketidaksempurnaan & kontaminasi)

Ketidaksempurnaan seperti slubs, knots, atau neps muncul di permukaan kain karena benang yang tidak rata. Sedangkan kontaminasi terjadi ketika serat asing masuk ke struktur rajutan.

Penyebab:

  • Kualitas benang buruk
  • Partikel asing di lingkungan produksi
     

Cara Menghindari:

  • Terapkan standar ketat untuk bahan baku benang.
  • Jaga kebersihan area produksi dan lakukan inspeksi sebelum pemrosesan.

 

Pilling dan Snagging (Permukaan Tidak Halus)

  • Pilling: Bola serat kecil yang menumpuk di permukaan setelah gesekan.
  • Snagging: Loop benang yang tertarik keluar dari permukaan kain, menciptakan tampilan tidak rapi
     

Penyebab:

  • Gesekan saat pemakaian atau finishing
  • Permukaan mesin yang kasar
     

Cara Menghindari:

  • Gunakan treatment anti-pilling jika diperlukan.
  • Pastikan seluruh mesin dalam kondisi bersih dan bebas permukaan tajam.
  • Lakukan finishing yang lembut dan sesuai karakter kain.

 

Kenapa Pencegahan Defects Itu Penting?

Menjaga knitted fabric defects seminimal mungkin bukan sekadar soal estetika, ini berkaitan langsung dengan nilai produksi, kepuasan pelanggan, dan efisiensi operasional. Cacat kain dapat mengakibatkan penolakan produk, biaya rework, serta merusak reputasi brand di mata pembeli Anda.

 

Strategi Pencegahan Terintegrasi

Untuk mengurangi tingkat cacat kain rajut secara signifikan, Anda dapat:

  1. Quality control di setiap tahap: Dari pemeriksaan benang hingga produk jadi.
  2. Audit mesin rutin: Pastikan semua komponen mesin rajut bebas masalah.
  3. Standarisasi proses: SOP yang jelas untuk tension, feed rate, finishing, dan inspeksi.
  4. Pelatihan tim: Karyawan terlatih cenderung mendeteksi cacat lebih cepat.
     

Dengan strategi ini, Anda dapat mengurangi reject rate sekaligus meningkatkan produktivitas lini produksi.


 

Menghadapi knitted fabric defects adalah bagian tak terpisahkan dari proses produksi kain rajut. Namun, dengan pemahaman yang baik akan jenis cacat serta cara menghindarinya, Anda bisa meningkatkan kualitas produk, dari bahan baku sampai finishing akhir. 

Pencegahan awal tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga memperkuat kepercayaan pelanggan terhadap brand Anda.

Bagikan



KEMBALI