BERITA
18 Jan 2026 | 57 Dilihat | Kategori Berita: Keberlanjutan
Tahukah Anda bahwa pakaian yang Anda buang bisa menjadi bagian dari gunungan limbah fashion yang saat ini tengah menjadi masalah lingkungan serius di Indonesia?
Dari pakaian fast fashion yang cepat usang hingga pakaian bekas yang terus diimpor, tantangan limbah pakaian semakin nyata di tahun 2025, dan solusinya butuh kolaborasi bersama.
center>
Limbah pakaian atau limbah tekstil mencakup pakaian bekas, kain sisa produksi, serta bahan tekstil yang tidak terpakai lagi dan dibuang ke lingkungan. Limbah ini menjadi isu global karena:
Bukan hanya jumlahnya yang banyak, limbah pakaian juga membawa dampak lingkungan karena:
Baca juga: Apa Itu Biodegradable Fabric? Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya
Di Indonesia, limbah tekstil menjadi bagian tantangan besar dalam pengelolaan sampah nasional. Menurut data resmi:
Ini menunjukkan bahwa pakaian dan limbah tekstil merupakan bagian penting dari masalah sampah di Indonesia yang sering diabaikan.
Selain limbah domestik, Indonesia juga menjadi tujuan impor pakaian bekas yang terus meningkat hingga Agustus 2025 menurut Databoks, menambah volume limbah yang harus ditangani sekaligus memperumit pengelolaan.
Pemerintah Indonesia telah memasukkan sektor tekstil sebagai prioritas dalam Roadmap Circular Economy 2024–2050, dengan fokus:
Pendekatan ini diharapkan mempercepat transisi dari model linear (buat‑pakai‑buang) ke ekonomi sirkular yang lebih lestari.
Beberapa langkah nyata yang sudah berjalan termasuk:
Kita sebagai konsumen juga berperan penting dalam menekan limbah pakaian:
Meski ada upaya, realitasnya masih kurang dari 10% serat tekstil global yang digunakan kembali sebagai bahan baru. Ini menunjukkan masih banyak ruang untuk teknologi, investasi, dan kesadaran bersama guna memperbesar kapasitas daur ulang tekstil.
Menangani limbah pakaian membutuhkan fasilitas dan sistem pengelolaan yang kuat, dari manufaktur hingga konsumen. Inilah yang masih perlu diperkuat di banyak wilayah di Indonesia, terutama di daerah luar kota besar.
:quality(75):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/15/d422848e-6200-4655-a2aa-8fc95a08a664_jpg.jpg)
Masalah limbah pakaian di Indonesia bukan hal kecil, volume yang sudah mencapai jutaan ton per tahun menunjukkan urgensi tindakan bersama. Keterlibatan pemerintah, industri, komunitas, dan konsumen seperti Anda sangat penting untuk memajukan ekonomi sirkular, mengurangi dampak lingkungan, dan menjadikan benang serta kain bukan sekadar sampah, tetapi sumber daya berharga yang bisa dipakai lagi.
Bijak dalam fashion berarti peduli pada lingkungan dan masa depan.
Bagikan
KATEGORI BERITA
BERITA TERBARU
BERITA TERPOPULER
BERITA RELEVAN